Unboxing dan Hands-on Oppo A16k, Ponsel Mewah Rp 2 Jutaan

Murah dan mewah. Dua kata tersebut tampaknya bisa menggambarkan ponsel kelas menengah (mid-range) terbaru Oppo yang belum lama ini dipasarkan di Indonesia, yaitu Oppo A16k.

Pasalnya, bagian cangkang ponsel terbaru dari Oppo A-Series tersebut dilapisi material yang memiliki sentuhan mengkilap bak kaca.

Selain itu, layar ponsel ini juga bisa dibilang cukup luas, ditambah dengan sekeliling bingkai ponsel berbahan aluminium, yang menampilkan kesan kokoh pada tiap sisi ponsel dan memberikan kenyamanan dalam menggenggam.

Nah, sebelum membahas bodinya secara keseluruhan, ada baiknya untuk membuka kotak kemasannya (unboxing) dan melihat apa saja yang didapatkan pengguna ketika membeli ponsel yang dibanderol harga Rp 2,2 juta (4/64 GB) ini.

Di dalam kotak penjualan Oppo A16k yang dominan berwarna biru laut, pengguna akan mendapatkan kartu garansi, buku panduan, SIM ejector, softcase, kepala charger berdaya 10 watt, kabel data dengan ujung micro-USB, serta unit ponsel itu sendiri.

Artinya, pengguna tidak akan mendapatkan aksesori earphone ketika membeli Oppo A16k, meski ponsel ini masih dibekali dengan audio jack 3,5 mm untuk mendengarkan musik via aksesori tersebut.

Ringan dan nyaman digenggam

Lanjut ke bodi ponsel seperti yang dijanjikan tadi, saat pertama kali menggenggam (hands-on) Oppo A16k, ponsel ini cukup nyaman untuk dibawa-bawa lantaran tidak terlalu bsar, juga tidak terlalu kecil.

Selain itu, perangkat yang memiliki dimensi 164 x 75,4 x 7,85 mm tersebut juga cukup ringan lantaran memiliki bobot 175 gram, jauh lebih ringan dibanding Oppo A96 dengan bobot 191 gram.

Di samping ringan, seperti apa yang disebutkan tadi, cangkang Oppo A16k juga terkesan mewah. Sebab, punggung ponsel ini dilapisi dengan material seperti kaca. Meski demikian, ponsel ini masih tetap nyaman digenggam dan tidak begitu licin.

Namun tetap saja, lapisannya mudah kotor dengan bekas sidik jari, terlebih untuk varian warna putih yang didapatkan KompasTekno. Sehingga, pengguna harus rajin membersihkan cangkang ponsel ini agar tetap terlihat cantik.

Jika tidak ingin repot, maka pengguna bisa menggunakan softcase yang tersedia agar lapisan cangkang Oppo A16k tetap bersih.

Kembali ke desain punggung ponsel, pada bagian kiri atas sisi ini terdapat pula sebuah modul berbentuk persegi berwarna hitam dan abu-abu.

Modul ini memuat satu kamera yang beresolusi 13 MP, ditemani dengan hiasan bertuliskan “AI” dan “AI Camera” berikut dengan modul LED flash.

Layar cerah dan tajam

Beralih ke bagian depan, ponsel ini memiliki layar yang cukup luas dengan ukuran 6,52 inci dengan resolusi HD Plus.

Layar ini juga mempunyai tingkat kecerahan maksimal 480 nits. Meski tergolong kecil, layar ponsel ini masih nyaman untuk dipakai di bawah sinar matahari terik.

Berdasarkan pengalaman pemakaian singkat KompasTekno, kami pun masih bisa melihat berbagai ikon aplikasi dan konten yang bisa ditampilkan layar.

Masih soal layar, Oppo A16k dibekali dengan sebuah modul yang menyerupai tetesan air alias waterdrop di bagian tengah atasnya.

Di dalamnya, terdapat kamera selfie 5 MP yang bisa dipakai untuk berswafoto.

Belum pakai USB-C

Kendati nyaman digenggam dan layarnya masih enak dilihat ketika digunakan di luar ruangan (outdoor), ponsel ini memiliki satu kekurangan, yaitu konektor untuk proses pengecasannya yang masih mengandalkan micro-USB.

Biasanya, ponsel-ponsel kekinian di harga Rp 2 jutaan sudah mengikuti standar terkini, yaitu konektor USB tipe-C. Namun, hal itu terbayar dengan masih adanya lubang jack audio 3,5 mm guna mendengarkan musik via headset kabel.

Adapun konektor micro-USB dan audio jack 3,5 mm ini terpampang di bingkai bagian bawah ponsel, bersamaan dengan lubang mikrofon dan speaker.

Beralih ke bingkai bagian lainnya, Oppo A16k dibekali dengan dua slot kartu SIM (nano) dan satu slot kartu microSD dengan kapasitas hingga 1 TB.

Ketiga slot kartu ini ditampung dalam sebuah modul atau “laci” di bingkai bagian sebelah kiri ponsel, yang bisa ditarik dengan mencolokkan SIM ejector ke lubang yang tersedia.

Untuk bingkai bagian kanannya sendiri, terdapat tombol volume dan tombol power, sedangkan bingkai bagian atasnya kosong tidak ada tombol atau lubang apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.