Review Samsung Galaxy A73 5G, Ponsel Tipis dengan Kamera 108 MP

Samsung telah memasarkan smartphone Galaxy A73 5G di Indonesia sejak April lalu. Ponsel penerus Galaxy A72 ini mengunggulkan sektor kamera belakang dengan resolusi 108 MP. Ini adalah pertama kalinya kamera 108 MP hadir di ponsel Samsung kelas menengah lewat lini Galaxy A. Biasanya, Samsung menyematkan kamera dengan resolusi sebesar itu hanya di seri flagship, atau seri S. Di samping kamera 108 MP, Samsung Galaxy A73 5G juga membawa segudang fitur canggih lainnya, seperti dukungan 5G hingga fitur ketahanan air (water resistant) dan debu (dust resistant) bersertifikasi IP67. Ini membuat ponsel ini layak dijuluki sebagai ponsel kelas menengah tercanggih dari Samsung untuk saat ini.

Lantas, bagaimana ulasannya setelah menggunakan ponsel Samsung Galaxy A73 5G seharga Rp 7,8 juta selama satu bulan? Ikuti pembahasannya berikut ini. Untuk diketahui, KompasTekno sendiri berkesempatan menjajal Samsung Galaxy A73 5G (8/256 GB) varian warna Awesome Mint versi ritel Indonesia. Isi kemasan Samsung Galaxy A73 5G Sebelum masuk ke ulasan soal kinerja dan fitur-fiturnya, kita lihat dulu isi kemasan dari ponsel Galaxy A73 5G. Dari segi kemasan, Samsung Galaxy A73 5G masih datang dengan desain kotak penjualan yang sama seperti pendahulunya, Galaxy A72. Misalnya, kemasan masih didominasi oleh warna putih. Di bagian depan kardus, terdapat foto produk yang memperlihatkan desain layar dan punggung Samsung A73 5G. Ketika dibuka, isi kotak penjualan Samsung Galaxy A73 5G sangat minimalis. Isinya hanya terdiri atas satu unit ponsel, kabel USB C to USB C, SIM card ejector tool, panduan pengguna, serta kartu garansi.

Tak ada adapter charger bawaan Samsung tidak menyertakan aksesori adapter (kepala) charger di dalam kotak penjualan Galaxy A73 5G. Selain di Galaxy A73 5G, Samsung juga sudah menghilangkan adapter charger dari paket pembelian ponsel seri A lainnya, yaitu Galaxy A33 5G dan Galaxy A53 5G. Ini membuat ketiga ponsel itu menjadi anggota lini A-series pertama yang tidak dibekali kepala charger dalam paket pembelian. Sebagai perbandingan, tahun lalu, Samsung Galaxy A72 masih dibekali adapter Super Fast Charger dengan keluaran daya 25 watt.

Nah, karena tak lagi dibekali adapter bawaan, pengguna bisa menggunakan charger Samsung Galaxy A72 lamanya agar tetap bisa menikmati fitur pengisi cepat di Samsung Galaxy A73 5G. Alternatif lainnya, pengguna bisa membeli adapter Super Fast Charger 25 watt seharga Rp 299.000 secara terpisah.

Saat pertama kali digenggam, ponsel ini terasa tipis, ringan, dan pas digenggam dengan satu tangan. Di atas kertas, Galaxy A73 5G memang memiliki ketebalan 7,6 mm dengan bobot 181 gram. Dari segi tampang, Samsung Galaxy A73 terlihat masih mewarisi pendahulunya. Pada bagian layar, misalnya, ponsel ini masih dibekali layar berdesain infinity-O dengan sebuah lubang (punch hole) sebagai rumah bagi kamera depan 32 MP (f/2.2). Layar tersebut menggunakan panel berjenis Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD Plus (2.400 x 1.080 piksel) serta tingkat kecerahan maksimum (brightness) 800 nits. Teknologi layar tersebut mampu memanjakan mata pengguna dengan kualitas gambar atau konten yang tajam dan jernih. Layar Samsung Galaxy A73 5G memiliki refresh rate 120 Hz sehingga ketika menggeser layar, menavigasi menu, berpindah antar-aplikasi terasa mulus dan lancar. Begitu juga saat menonton video atau film.

Di samping itu, karena sudah menggunakan panel Super AMOLED, layar Samsung Galaxy A73 sudah mendukung fitur biometrik kekinian, yaitu pemindai sidik jari di bawah layar (in-display fingerprint scanner). Fitur ini akan semakin memudahkan pengguna ketika membuka kunci layar.

Layar ponsel penerus Galaxy A72 ini juga sudah dilindungi kaca pelindung Corning Gorilla Glass 5 sehingga lebih tahan terhadap goresan. Beralih ke bagian belakang, punggung Galaxy A73 5G tebuat dari bahan plastik dengan finishing matte. Sehingga, punggung ponsel ini tidak memberikan efek cermin.  Ketika diusap, punggung ponsel ini masih terasa cukup licin. Sehingga untuk keamanan, tak ada salahnya membeli soft case atau hard case dengan uang sendiri. Bagian belakang Samsung A73 5G ini juga masih mirip seperti Galaxy A72, dengan modul kamera berbentuk persegi panjang. Modul kamera itu menampung empat kamera belakang yang disusun secara vertikal, lengkap dengan sebuah lampu LED flash.

Kamera utama 108 MP dengan sejumlah fitur unggulan

Dari sisi tampang, Samsung Galaxy A73 5G memang tak banyak berubah. Namun lain cerita soal spesifikasi, terutama spesifikasi kamera utamanya. Kini, spesifikasi kamera utama Samsung A73 5G naik kelas karena sudah dibekali lensa beresolusi 108 MP (f/1.8). Sebelumnya, Galaxy A72 hanya dibekali kamera utama 64 MP. Yang membuat kamera ini istimewa adalah karena ini pertama kalinya Samsung menyematkan kamera utama 108 MP pada seri Galaxy A. Sebelumnya kamera resolusi tinggi itu ekslusif tersedia pada ponsel flagship Samsung, seperti Galaxy S22 Ultra 5G, misalnya. Tak hanya resolusinya yang tinggi, kamera utama 108 pada Galaxy A73 5G juga membawa sejumlah fitur unggulan, seperti Optical Image Stabilization (OIS) dan Video Digital Image Stabilization (VDIS). Dua fitur tersebut memungkinkan pengguna dapat mengambil foto dan video dengan tajam dan stabil dengan kamera utama 108 MP pada Galaxy A73 5G. Kamera utama (wide) 108 MP itu ditemani dengan tiga kamera lainnya, yaitu kamera ultrawide 12 MP (f/2.2), kamera depth sensor 5 MP (f/2.4), dan kamera makro 5 MP (f/2.4).

Hasil foto 108 MP Galaxy A73 5G Dari pengalaman KompasTekno menjajalnya seluruh kamera Galaxy A73 5G selama sebulan ini, secara keseluruhan, hasil foto yang dihasilkan dari kamera Galaxy A73 5G ini terbilang bagus. Terutama hasil foto dari kamera utama (wide) 108 MP. Ketika memotret dalam kondisi cahaya cukup, baik di dalam maupun luar ruangan, kamera utama 108 MP pada mode normal mampu menangkap warna dan detail objek dengan jelas. Hasilnya pun terbilang terang. Dalam situasi cuaca mendung, kamera utama 108 MP Galaxy A73 5G ini juga masih dapat menghasilkan gambar yang detail dengan saturasi tinggi sehingga tampak mencolok.

Dalam mode normal, kamera utama 108 MP ponsel ini sudah dapat menghasilkan foto yang cerah. Namun, bila ingin mendapatkan hasil foto yang jauh lebih tajam dan cerah, pengguna bisa menggunakan mode resolusi penuh 108 MP (hanya dalam rasio 3:4). Hal tersebut dimungkinkan karena Samsung menerapkan teknik “nona-binning” pada kamera 108 MP pada Galaxy A73 5G. Teknik “nona-binning” bekerja dengan cara menggabungkan sembilan piksel menjadi satu piksel menggunakan AI. Teknologi ini menjanjikan gambar yang lebih detail dan cerah.

Pada malam hari, kamera utama Galaxy A73 5G dalam mode normal sebenarnya sudah bisa menghasilkan foto yang baik. Namun, pengguna bisa menggunakan fitur night mode untuk membuat hasil foto di kondisi cahaya minim jauh lebih tajam, detail, dan terang, seperti gambar di atas. Perlu dicatat, saat memotret dengan fitur night mode, pengguna harus memegang ponsel dalam posisi yang stabil. Karena gerakan sedikit saja akan membuat hasil menjadi goyang atau bahkan blur. Selain kamera utama 108 MP, tiga kamera belakang Samsung Galaxy A73 5G dibekali tiga kamera belakang lain yang juga dapat digunakan untuk memotret foto sesuai dengan jenisnya. Lalu, bagaimana dengan hasil jepretan dari kamera depan Samsung A73 5G? Saat dicoba kamera selfie 32 MP (f/2.2) itu menghasilkan hasil foto yang detail dan tajam. Hasil foto seluruh kamera Samsung Galaxy A73 5G dapat dilihat melalui galeri foto “Unboxing dan Hands On Samsung Galaxy A73 5G, Ponsel A Series Pertama dengan Kamera 108 MP”.

Bisa ambil video di bawah air

Untuk perekaman video, kamera utama ponsel ini mendukung hingga resolusi UHD 4K (3.840 x 2.160 piksel) di 30 fps. Yang menarik, Samsung Galaxy A73 5G memiliki fitur fitur ketahanan air (water resistant) dan debu (dust resistant) bersertifikasi IP67. Dengan sertifikasi tersebut, ponsel ini mampu bertahan di dalam air dengan kedalaman 1 meter selama 30 menit. Jadi, ponsel ini masih dapat digunakan untuk merekam di bawah air, misalnya seperti ketika berenang. Hasil videonya pun bagus dan jernih. Namun perlu dicatat, setelah dimasukkan ke dalam air, ponsel tetap dapat digunakan seperti biasanya. Hanya saja, pengguna harus menunggu beberapa saat untuk bisa menggunakan port USB Type-C untuk mengisi daya ponsel.

Tak ada jack audio 3.5mm

Beralih membahas lubang dan port, kali ini, Samsung resmi menghilangkan colokan audio jack 3.5mm dari Galaxy A73 5G. Karena sudah dihilangkan, pengguna tidak bisa lagi menyambungkan earphone atau headset kabel ke ponsel ini. Sebenarnya, bagi kami, absennya fitur ini tidak menjadi masalah serius. Sebab, kami sudah lebih banyak menggunakan tekologi Bluetooth saat menikmati konten audio, entah menggunakan headset wireless atau speaker Bluetooth. Namun, tidak adanya fitur colokan audio jack 3.5mm bakal sangat merepotkan pengguna yang gemar menggunakan earphone atau headset kabel. Alternatifnya, pengguna bisa membeli adapter USB type C ke audio jack 3.5mm untuk tetap bisa menikmati konten audio menggunakan earphone atau headset kabel. Pilihan lainnya, pengguna dapat beralih menggunakan headset wireless, headset kabel USB-C, atau menggunakan speaker Bluetooth, seperti yang kami lakukan.

Sebelumnya, Galaxy A72 masih memiliki lubang audio jack 3.5mm di bagian bawah bodi ponsel. Kini, bagian bawah Galaxy A73 hanya terdapat sebuah lubang speaker serta port USB C. Selebihnya, penempatan port dan lubang pada Galaxy A73 sama seperti pendahulunya. Misalnya, di sisi samping kanan bodi ponsel terdapat tombol pengatur volume dan tombol power. Sedangkan di sisi kirinya, bersih tanpa tombol atau lubang apapun. Terakhir, laci SIM pada Galaxy A73 5G ditempatkan di sisi atas. Laci SIM itu berjenis dual SIM hybrid, yang bisa digunakan dalam dua skenario. Pertama, pengguna menggunakan dua SIM card (nano) tanpa kartu microSD. Kedua, pengguna menggunakan satu SIM card (nano) dengan kartu eksternal microSD hingga 1 TB untuk menambah kapasitas penyimpanan internal. Berbicara soal fitur lain, Samsung A73 5G sudah dilengkapi dengan beberapa fitur penunjang seperti sistem operasi terbaru Android 12 dan dilapisi antarmuka One UI 4.1. Tak ketinggalan, ada pula fitur NFC, speaker stereo, Bluetooth 5.0, WiFi 802.11 a/b/g/n/ac/ax, serta Liquid Cooling System pada ponsel ini.

Dapat langsung terhubung ke jaringan 5G Seperti ponsel kekinian lainnya, Samsung A73 juga sudah mendukung jaringan 5G di Indonesia

Menurut situs resmi Samsung Indonesia, ponsel ini sudah mendukung jaringan 5G di pita (band) n1, n3, n5, n7, n28, n66, n40, n41, n78. Artinya, ponsel ini sudah mendukung layanan 5G dari operator seluler Telkomsel (band n40) dan Indosat (band n3). KompasTekno mencoba menggunakan jaringan Telkomsel. Sepengalaman KompasTekno, ponsel ini sudah bisa langsung terhubung ke sinyal 5G Telkomsel ketika berada di wilayah jangkauan 5G Telkomsel, seperti di sekitar wilayah Pantai Indah Kapuk, misalnya. Sebelumnya, pengguna hanya perlu mengubah preferensi pilihan jaringan di pengaturan saja. Caranya, klik menu “Settings” > “Connections” > “Mobile networks” > “Network mode Tsel”. Pengguna tinggal mengatur mode ke “5G/LTE/3G/2G (auto connect) saja. Perlu dipastikan pula, pengguna sudah menggunakan kartu SIM berjenis USIM agar dapat terhubung ke jaringan 5G.

Tahan hingga penggunaan 10 jam Selama satu bulan ini, Samsung Galaxy A73 5G kami gunakan sebagai daily driver, atau perangkat untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Mulai dari bermain media sosial, menonton Netflix, mengambil foto dan video, dan lainnya. Dengan skenario penggunaan normal, Samsung Galaxy A73 5G dapat menemani aktivitas harian kami hingga sore hari.

Berdasarkan data pada “battery usage”, ponsel dalam keadaan daya penuh 100 persen, ternyata sanggup bertahan selama hampir 12 jam dengan screen on time (waktu layar menyala) selama lebih dari 10 jam. Untuk penggunaan normal, kami biasanya melakukan pengisian daya sebanyak dua kali dalam sehari. Untuk aspek dayanya, Samsung Galaxy A73 5G ditopang oleh baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan Super Fast Charging 25 watt. Seperti dijelaskan di awal, ponsel ini tidak dibekali dengan adapter (kepala) charger 25 watt bawaan. KompasTekno juga tidak memiliki adapter charger 25 watt. Sebagai gantinya, kami menggunakan adapter charger 120 watt dari ponsel Xiaomi 11T Pro. Sepengalaman KompasTekno, dengan adapter charger tersebut, daya Galaxy A73 5G dapat terisi dari 24 persen hingga penuh 100 persen dalam waktu 83 menit atau 1 jam 23 menit.

Hasil benchmark Galaxy A73 5G Di sektor hardware, Samsung Galaxy A73 5G ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 778G 5G, dipadukan dengan RAM 8 GB serta penyimpanan media 256 GB. Ada pula fitur RAM Plus yang bisa digunakan untuk memperluas kapasitas RAM hingg 16 GB. Dengan chipset 5G dan memori yang besar, ponsel ini dapat bekerja dengan baik dan mulus selama satu bulan digunakan. Misalnya, kami bisa membuka banyak aplikasi sekaligus lalu dapat berpindah antar-aplikasi dengan cepat dan lancar. Kami juga tidak pernah mengalami hambatan atau error lain yang mengharuskan ponsel untuk di-restart. Lantas, seberapa kencang kinerja smartphone penerus Galaxy A72 ini?

Untuk mengetahui jawabannya, KompasTekno melakukan uji benchmark secara mandiri untuk melihat kemampuan hardware Galaxy A73 5G. Adapun pengukuran dilakukan melalui aplikasi Geekbench 5, PC Mark, dan AnTuTu. Dalam pengujian PCMark, Samsung A73 5G mampu menghasilkan skor 15.119 poin untuk mode “Storage 2.0”, serta 11.773 poin untuk mode “Work 3.0”. Kemudian untuk pengujian Geekbench 5, ponsel penerus Galaxy A72 ini berhasil mendapatkan skor 743 poin untuk pengujian CPU single-core, serta 2.566 poin untuk pengujian multi-core.

Sementara dalam pengujian AnTuTu 9, Galaxy A73 5G yang kami jajal menghasilkan skor benchmark keseluruhan mencapai 483.475 poin. Adapun nilai benchmark tertinggi disumbang oleh kemampuan pengolah grafis (GPU) dengan skor 157.935 poin. Skor pengujian Samsung Galaxy A73 di atas ternyata lebih kencang dari hasil benchmark Galaxy A72 yang dirilis tahun 2021.

Kesimpulan

Menurut kami, pengguna yang tengah mencari ponsel tipis dengan segudang fitur, bisa mempertimbangkan untuk membeli Samsung A73 5G ini. Sebab, meski mengisi segmen kelas menengah (mid-range), Samsung Galaxy A73 5G mewarisi berbagai fitur dari ponsel kelas atas (flagship). Mulai dari kamera 108 MP, fitur ketahanan air dan debu dengan rating IP67, dukungan 5G, hingga RAM Plus 8 GB. Dengan segudang fitur yang dibawa tersebut, tak berlebihan rasanya bila menjuluki Galaxy A73 5G sebagai ponsel mid-range tercanggih dari Samsung untuk saat ini. Galaxy A73 5G juga bisa dibilang cocok bagi mereka yang tak keberatan mengeluarkan uang Rp 7,8 juta untuk ponsel yang tak dibekali adapter charger bawaan dan tak memiliki colokan audio jack 3.5mm.

Kelebihan Samsung Galaxy A73 5G

Layar 120 Hz

Kamera utama 108 MP

Bisa langsung terhubung jaringan 5G di Indonesia

Bisa dibawa berenang

Bodi tipis dan ringan

Kekurangan Samsung Galaxy A73 5G

Tidak ada adapter charger bawaan

Tidak ada port audio jack 3.5mm

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.